Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta  -- Tim pengacara terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memperingatkan Mantan Presiden Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar berhati-hati bicara, khususnya terkait dugaan adanya penyadapan.

Salah satu tim pengacara Ahok, I Wayan Sidarta mengatakan bahwa SBY sudah pernah menjadi presiden selama dua periode. Namun, kata dia, mengapa SBY berbicara seolah-olah ada penyadapan atas percakapan dirinya dengan Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin.

"Harusnya kami mengingatkan Pak SBY, beliau berhati-hati lah karena beliau orang yang kami hormati, kami itu hargai karena dua kali jabat presiden. Orang yang jadi favorit banyak orang. Harusnya dia menjaga kehormatan itu dengan cara tidak membuat suasana gaduh," ujar I Wayan kepada wartawan usai melapaorkan salah satu saksi pelapor kasus penistaan agama di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/2) malam.


Ia menuturkan, tidak seharusnya SBY membuat pernyataan yang faktanya tidak kuat dan SBY tidak boleh berbicara tentang kemungkinan. "Jangan bicara sesuatu yang belum terjadi. Yang belum terjadi adalah soal-soal penyadapan, Pak SBY mengatakan seolah-olah ada penyadapan, kan gitu," ucap dia.

I Wayan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan penyadapan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Apalagi, menurut dia, pihaknya saat itu belum ditunjuk sebagai tim pengacara Ahok.

"Telepon Pak SBY tanggal berapa? lalu itu bulan apa? Kita belum jadi penasehat hukum gimana mau menyadap?," kata dia.

I Wayan menambahkan, dalam sidang kasus penistaan agama kedelapan pada Selasa (31/1) lalu, pihaknya hanya mencoba memancing Kiai Ma'ruf tentang adanya percakapan dengan SBY tersebut.


Top