Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. Jakarta.--  Demokrasi di Indonesia dicederai oleh adanya aparat kepolisian yang menangkap sejumlah presiden mahasiswa yang melaksanakan unjuk rasa.  Hal ini disampaikan oleh  Kartika Nur Rakhman Ketua umum PP KAMMI, di Jakarta, 14/2/2017


Aparat melakukan pemukulan dan membawa paksa presiden mahasiswa ke Polda Metro Jaya, sedangkan sisanya dibawa menggunakan Kopaja dan diterlantarkan di Polda.  Padahal kehadiran mahasiswa untuk berunjuk rasa hari ini ingin menuntut presiden agar segera memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI.  Status terdakwa sebagai penista agama dan sudah jelas aturannya dalam undang-undang,  kata Kartika sebagaimana dilansir Republika.co.id, Selasa 14/2/2017

"Kita kembali lagi ke masa lalu, di mana hak menyampaikan aspirasi disambut dengan perlakuan represif aparat, negara ini mundur ke belakang, reformasi dikhianati demi melindungi seorang Ahok," ujar Kartika Nur Rakhman.

Kartika berpendapat, di saat kondisi nasional yang tidak stabil, aparat kepolisian semakin memperlihatkan sikap ketidakberpihakan kepada rakyat. Malah membubarkan paksa massa aksi yang menuntut Ahok segera diberhentikan. "Perlakuan aparat kontradiktif dengan semboyannya mengayomi masyarakat."(ch)


Top