Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.PEKANBARU - Empat pelaku yang tergabung dalam jaringan pengedar antar provinsi dibekuk Satuan Reserse Narkotik dan Obat-Obatan Terlarang Kepolisian Resor Indragiri Hilir, Provinsi Riau saat mereka berniat menjual sabu-sabu di wilayah hukum setempat. Kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin (13/2/2017).

"Mereka dibekuk saat hendak bertransaksi dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli di Wisma B, Jalan M Boya Tembilahan," ujarnya.

Keempat pelaku itu adalah Hairul Anwar (46), warga Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah, Inhil, Riau, Fahrulazi (43) dan Anuar Sadak (43), keduanya warga Kelurahan Tungkal Dua, Kecamatan Tungkal Hilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Terakhir Ravelino (19), warga Sungai Ayam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Semuanya dibekuk pada Minggu 12 Februari 2017 pukul 14.15 WIB.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung SIK, melalui Kasat Res Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar menceritakan kronologis penangkapan pelaku tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat. Itu terkait Hairul Anwar yang pernah menawarkan narkotika jenis shabu-shabu.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Kasat Res Narkoba dengan memerintahkan Unit Operasional Sat Res Narkoba Polres Inhil menyamar menjadi pembeli dan mengaku bernama Kancil. "Kancil mencoba untuk menghubungi Hairul Anwar. Namun upaya pertama tidak mendapat tanggapan apa-apa dari orang tersebut," ujar kasat.

Akan tetapi pada Sabtu 11 Februari 2017 sekira pukul 13.00 WIB, HA lewat menghubungi Kancil menawarkan sabu-sabu sebanyak 100 gram dengan harga Rp115 juta. Pada Minggu 12  Februari 2017 Hairul Anwar berangkat dari Kuala Enok ke Tembilahan bersama Fahrulazi dan Anuar Sadak. Saat mereka sampai di Pelabuhan Tembilahan, Hairul Anwar menghubungi Kancil yang kemudian datang menjemput. Dari pelabuhan mereka menuju ke Wisma Bintang di Jalan M Boya menemui Boss dari Kancil untuk memastikan ada atau tidak uangnya. "Setelah uangnya diperlihatkan Boss Kancil, Anuar Sadak lalu menghubungi Bossnya yang berada di Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau bernama Aziz, dan Aziz mengatakan barang akan segera diberangkatkan," ucapnya.

Sekira Pukul 14.00 WIB, datang Ravelino ke dalam Wisma Bintang kamar 102 dan menyerahkan satu bungkusan kepada Anuar Sadak dan Kancil. Lalu keduanya menemui Boss Kancil dikamar 104. "Saat itulah, Anggota Unit Opsnal Res Narkoba melakukan penangkapan terhadap Hairul Anwar dan Anuar Sadak, sedangkan Ravelino ditangkap di parkiran Wisma Bintang. Fahrulazi yang mencoba melarikan diri dapat ditangkap di Jalan M. Boya Lorong Gemilang," kata dia.

Setelah itu dilakukan pengeledahan dan ditemukan barang bukti sabu-sabu yang beratnya ternyata 75 gram.  (nn/okezon)


Top