Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Jakarta -- Mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan pelapor Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dugaan penodaan agama, perlu membaca isi pidato putri kedua Soekarno itu dengan lengkap.

"Mengikuti sebuah pidato itu harus utuh, tidak bisa sepotong. Tidak bisa hanya membaca koran sepenggal, media kan tidak menulis utuh, hanya sepotong," kata Tjahjo di Ancol, Jakarta, Rabu (26/1).
 
Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjelaskan bahwa pidato Megawati, yang disampaikan dalam acara HUT PDIP ke-44 tersebut telah melewati kajian yang utuh. Bahkan, dalam isi pidato itu juga terdapat kutipan kata-kata milik Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat, ujar Tjahjo.

Oleh karena itu, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri tersebut menilai tuduhan yang ditujukan kepada Megawati itu tidak benar. "Jadi, baca itu harus utuh. Kalau mereka menggugat, ya bisa saja digugat balik atas nama pencemaran nama baik, gitu saja," tuturnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama pada Selasa (24/1), dengan dugaan melakukan penodaan agama.

Menurut Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama, Baharuzaman, ucapan Megawati yang diduga menodai agama adalah "Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memosisikan diri mereka sebagai pembawa 'self fulfilling prophecy', para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya".
(rol)


Top