Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.YANGON – Puluhan orang ekstremis Buddha melakukan pembubaran paksa terhadap perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Yangon, Myanmar, Ahad (8/1). Kondisi ini pun semakin menyulutkan Islamofobia.

Dilaporkan Channel News Asia bahwa seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kronologisnya. Sebelumnya, belasan biksu menyerukan agar kelompok Muslim menghentikan kegiatan maulid Nabi SAW. Kemudian, mereka merangsek masuk ke tengah-tengah acara keagamaan Islam itu dan melakukan pembubaran paksa.

“Ini menciderai kebebasan beragama,” kata sekretaris majelis ulama Islam Yangon, Kyaw Nyein, seperti dikutip //Channel News Asia//, Ahad (8/1).

“Para biksu mencoba untuk membubarkan acara ini tanpa menjelaskan apa salah kami. Dan kenapa aparat yang berwajib tidak bertindak?” lanjut Nyein. Diketahui, ada sejumlah aparat kepolisian di lokasi kejadian tetapi tidak melakukan tindakan apa pun.

Sementara itu, menurut wakil ketua panitia Maulid, Tin Maung Win, kelompok nasionalis Buddha itu berusaha melawan keputusan pemerintah, yang kini didukung tokoh sipil Aung San Suu Kyi. Win menilai, kelompok ekstremis Buddha tersebut merupakan simpatisan partai USDP yang didukung pihak militer.

Bagi mereka, kata Win, pemerintahan kini terlalu lunak terhadap kaum Muslim Myanmar. "Inilah yang  menyulut Islamofobia. Kami telah menyelenggarkan acara ini (maulid Nabi SAW) selama tujuh tahun berturut-turut tanpa pernah keributan apa pun. Tapi, hari ini, terjadi. Ada kepentingan politik di balik (aksi pembubaran) ini,” katanya.  (nn/rol)




Top