Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Medan -- Kepolisian Daerah Sumatera Utara diminta segera menyelidiki peredaran bibit cabai yang didatangkan secara ilegal dari CinA. karena diduga bibit cabai tersebut mengandung virus yang sangat membahayakan tanaman petani.

"Bibit cabai yang masuk secara gelap ke Tanah Air, harus diwaspadai sehingga tidak merugikan para petani yang ada di daerah," kata Dosen Hukum Universitas Sumatera utara (USU) Syafruddin Kalo di Medan, Selasa (31/1).

Sebab selama ini, menurut dia, banyak petani yang mengalami kerugian akibat membeli bibit yang terkontaminasi dengan virus. Bibit tersebut tidak berkembang saat ditanam. "Hal yang seperti itu, diharapkan jangan sampai terulang lagi, karena telah menghancurkan perekonomian masyarakat," ucap Syafruddin.

Ia menyebutkan, pihak penegak hukum dan petugas karantina tanaman dapat memantau peredaran maupun penjualan cabai ilegal asal negeri "tirai bambu" itu. Selain itu, institusi terkait juga dapat memonitor kedai maupun agen yang mamasarkan bibit cabai yang bercampur virus atau penyakit tanaman yang merusak tumbuhan lain.

"Para pedagang bibit cabai yang bermasalah itu, harus ditertibkan karena untuk menghindari terjadinya kerusakan tanaman para petani di pedesaan," ucapnya.

Syafruddin mengatakan, penjualan bibit yang ilegal tersebut, tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum. Hal tersebut juga adalah pelanggaran terhadap hukum dan diberikan sanksi yang tegas untuk memberikan efek jera.

Kepolisian dapat bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk melakukan razia dan penertiban peredaran bibit cabai yang mengandung virus tersebut. "Bupati maupun wali kota harus ikut mengantisipasi peredaran bibit cabai yang bercampur virus, karena dapat mengganggu kesehatan manusia, dan juga merugikan masyarakat," kata Syafruddin. 

Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mewaspadai keberadaan bibit cabai yang didatangkan secara ilegal dari Cina karena mengandung virus yang membahayakan tanaman.(ROL)


Top