Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan Pancasila oleh Polda Jawa Barat. Penetapan Habib Rizieq ini dilakukan usai gelar perkara dan memeriksa puluhan saksi.

Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar mengatakan polisi harus berhati-hati dalam menangani perkara yang menjerat Habib Rizieq. Mengingat, ia merupakan sosok yang berpengaruh bagi pengikutnya dan pasti berdampak pada penafsiran politisnya kasus tersebut.

"Karena itu polisi sebagai penegak hukum harus berhati-hati dalam bersikap," kata Fickar saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Selasa (31/1/) okezone.


Fickar mengungkapkan aparat penegak hukum harus bisa mengedepankan objektifitas dalam menangani perkara tersebut. "Utamanya tidak menonjolkan subjektifitasnya untuk menghindarkan prasangka-prasangka sebagai perpanjangan partai politik," jelas Abdul. 

Sebenarnya, menurut Fickar, penetapan tersangka dalam sebuah proses hukum merupakan hal yang biasa. Apabila penyidik sudah menemukan dua alat bukti maka tak ada alasan untuk tidak menaikkan status tersangka terhadap seseorang yang bertanggungjawab. 

Namun, lanjut Fickar, yang akan menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah fakta-fakta yang akan terungkap di dalam proses persidangan.

"Karena itu meski sudak ada 2 alat bukti belum tentu kualitas bukti itu bisa mendukung terbuktinya perbuatan yang dituduhkan, karena itu seorang yang ditetapkan sebagai tersangka harus dianggap belum bersalah sampai ada putusan yang mempunyai kekuatan mengikat," tandasnya. (fas/d3)


Top