Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Wacana penerapan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden bakal memupuskan harapan bagi partai baru untuk mengusung calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Rencana ini justru akan merugikan rakyat Indonesia, sebab pilihan calon presiden menjadi kurang beragam. Hal ini dikatakan Pengamat politik Emrus Sihombing, saat dihubungi Okezone, Minggu (22/1/2017).

Emrus mengatakan bahwa dengan memasukkan partai baru yang belum turut serta dalam Pemilu 2014 lalu, rakyat diuntungkan sebab pilihan calon pemimpin negara menjadi lebih banyak.

"Menurut saya harus diikutkan saja (partai baru dalam Pilpres 2019). Ini berarti mengutungkan rakyat karena memang banyak pilihan bagi rakyat. Semakin banyak pilihan, semakin menghasilkan calon berkualitas," kata Emrus.

Emrus menjelaskan, jika partai baru diikutsertakan dalam Pilpres, maka tingkat persaingan menjadi bertambah. Artinya, ini menjadi tantangan bagi partai-partai lama untuk mengajukan calon yang lebih berkualitas.

Sehingga ia berpendapat, kualitas Pemilu akan lebih baik karena dua faktor penting di atas.

"Jadi saya melihat dari sisi kualitas pemilu, dari sisi mutu atau calon presiden tetap lebih baik jika semua partai diizinkan mengusung calon," ungkap Emrus.(nn/okezon)


Top