Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Pemerintah harus responsif terhadap kondisi ekonomi rakyat. Menurutnya, pendapatan masyarakat tak bisa dikatakan berbanding lurus dengan tambahan pengeluaran akibat kenaikan harga-harga tersebut. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago, saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (7/1/2017).
Hal ini ia katakan berkaitan dengan kenaikan harga dan tarif sejumlah layanan dan kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah harus responsif dan peka terhadap realitas atau kondisi ekonomi dan pendapatan rakyat yang tak berbanding lurus dengan penghasilan. Jangan sampai tutup mata melihat realitas di lapangan," ujar Pangi.

Diketahui bahwa sejumlah tarif layanan umum dan kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan harga, antara lain, bahan bakar minyak (BBM), listrik dan pengurusan STNK-BPKB. Harga BBM umum naik harganya sebesar Rp300 per liter, sementara, yang terjadi pada tarif listrik adalah pencabutan subsidi bagi sebagian pelanggan 900 volt ampere (va). Biaya pengurusan STNK-BPKB pun mengalami kenaikan, rata-rata 50 hingga 200 %.

Pangi melanjutkan, daripada menaikkan harga dan tarif, pemerintah seharusnya lebih sering memberikan subsidi silang pada rakyat kecil. Kenaikan sejumlah harga tersebut juga dianggap sebagai sikap yang tidak sensitif terhadap kondisi lapangan pekerjaan yang masih minim, hingga harga sembako yang juga melambung. (nn/okezon)


Top