Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.TAPANULI SELATAN - Manisa Waruhu (25), seorang warga Dusun Adian Goti, Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), terseret air bah. Korban awalnya berniat menjual getah ke pasar. Hal ini dikatakan Arroji Duhu Mendrofa (46), yang merupakan paman korban, ketika ditemui di RSUD Padangsidimpuan.

Korban tewas saat menyeberang sungai ketika menuju pasar. "Dia mau ke pasar untuk menjual getah," ujarnya.

Arroji mengatakan bahwa warga di dusun tersebut sudah berusaha mencari korban beranak satu ini, karena tidak kunjung pulang. Bahkan, suami korban bernama Yatoris Gulo pergi ke pasar, tempat korban berencana menjual getah.

Ia menjelaskan bahwa saat terseret air bah, korban sedang memikul getah hasil kebunnya. Dia memastikan, getah milik korban juga hilang terseret air bah.

Kapolres Tapsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rony Samtana mengatakan, korban tewas akibat terseret air bah yang saat itu datang tiba-tiba ketika menyeberangi sungai. "Murni karena terseret air bah, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujarnya. 

Korban mengalami luka hampir di seluruh tubuh. Diduga, luka robek itu akibat benturan dengan benda keras. Sebagaimana diketahui, air bah terjadi akibat hujan yang melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari yang lalu.

Menurut informasi dari warga setempat, peristiwa itu jarang terjadi. Sekalipun terjadi, tidak sampai menelan korban. Mayat korban ditemukan oleh warga di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, pada Sabtu 7 Januari 2017. Saat ditemukan, tubuh korban tanpa menggunakan busana dan dengan posisi telungkup. Awalnya, mayat korban ditemukan oleh warga yang sedang membersihkan papan sempengan di sungai. (nn/okezon)     




Top