Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA – Semua pihak harus menghormati dan memperlakukan lambang serta simbol negara dengan baik. Sehingga, jika memang terbukti melecehkan lambang dan simbol negara, harus ditindak tegas. Hal ini dikatakan Sosiolog Universitas Nasional, Sigit Rochadi, kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (21/1/2017).

"Pelecehan terhadap simbol negara merupakan penghinaan bangsa Indonesia sehingga harus ditindak tegas siapa pun pelakunya," jelas Sigit.

Menurut Sigit, martabat suatu bangsa adalah salah satu bentuk penghormatan negara bisa dipelihara melalui penghormatan simbol negara dan melaksanakan prinsip hidup bernegara secara konsisten.

"Oleh karena itu simbol negara berakar pada budaya bangsa maka pelecehan simbol negara juga merupakan pelecehan budaya bangsa," ungkap Sigit.

Undang-undang sendiri mengatur tentang pelecehan lambang negara tersebut, seperti dituangkan dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara. Pelanggar peraturan tersebut terancam diganjar hukuman lima tahun penjara.

Diketahui, Polres Jakarta Selatan mengamankan seorang pria berinisial NF (20) yang diduga sebagai pembawa bendera merah putih yang dicoret aksara arab dan digambarkan pedang. Hal itu ramai diperbincangkan masyarakat ketika FPI menggelar unjuk rasa di Mabes Polri beberapa waktu lalu.(nn/okezon)


Top