Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Wacana penerapan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden berpotensi menghalangi tercapainya demokrasi yang berkualitas. Sebab, jika presidential threshold dihapuskan, keran bagi munculnya persaingan dan calon presiden yang berkualitas akan terbuka. Hal ini dikatakan Pengamat Politik Emrus Sihombing, kepada Okezone, Minggu (22/1/2017).

"Demi demokrasi berkualitas, biarkan semua partai bisa mengusung calon presiden," kata Emrus.

Emrus mengatakan baik pemain baru yakni partai-partai politik yang tak ikut serta dalam Pemilu 2014, maupun partai lama akan berbenah dan berlomba-lomba mengusung calon terbaiknya. Artinya, akan semakin menguntungkan rakyat karena disuguhi pilihan calon pemimpin yang beragam dan berkualitas.

"Bukakah orientasi kita di dalam berdemokrasi menguntungkan rakyat?" imbuhnya.

Ia juga melihat ada kejanggalan terjadi ketika dalam pemilihan legislatif 2019 partai baru diizinkan ikut serta, namun pada gelaran pemilihan presiden disingkirkan.

"Presiden dan DPR kan kedudukannya sama, mereka sama kok. Partai baru diikutkan di pemilihan legislatif sedangkan di pemilihan presiden tidak, menurut saya harus diikutkan saja," tutup Emrus.  (nn/okezon)


Top