Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Padang -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta bupati dan wali kota di provinsi Sumbar itu membersihkan praktik premanisme di kawasan objek wisata seperti parkir liar, penjualan makanan dengan harga mencekik hingga pungutan liar.

"Pariwisata tidak akan pernah maju jika kepala daerah tidak berani menertibkan premanisme, harus berhadap-hadapan dan lakukan penertiban," kata dia di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu pada fokus grup diskusi dengan tema Memanfaatkan Peluang Ekonomi dari Pariwisata di Sumbar yang diselenggarakan Association of Sales Travel Indonesia (Asati) Sumatera Barat.

Menurut dia, para pelaku premanisme di objek wisata sudah menjadi momok yang harus dibersihkan dan ditertibkan.

"Saya punya pengalaman ketika jadi Bupati Pesisir Selatan pada awalnya pendapatan asli daerah dari kawasan Carocok hanya Rp40 juta per tahun, kemudian kami tata akhirnya naik menjadi Rp1,6 miliar pada 2013 dan 2014 naik hingga Rp3 miliar," katanya seperti dilansir atarasumbar.

Ia menceritakan pernah bertemu seseorang yang mengaku harus lima kali membayar parkir saat berkunjung ke Bukittinggi akibat ulah premanisme, namun sekarang sudah ditertibkan.

"Bahkan saya sendiri ketika sudah menjadi Wakil Gubernur datang ke Pantai Air Manis Padang juga kena peras harus bayar Rp5 ribu," katanya.

Ia menyampaikan jika para kepala daerah mau sebenarnya pencari pendapatan asli daerah dari pariwisata jauh lebih mudah syaratnya benahi objeknya.

"Masing-masing daerah cukup kembangkan satu saja, tidak perlu banyak, provinsi siap bantu pendanaan 40 persen," ujarnya.

Nasrul mengatakan saat ini kewenangan pengembangan pariwisata ada di tangan bupati dan wali kota, provinsi tidak bisa berbuat banyak jadi kalau ingin maju kuncinya ada pada kepala daerah


Top