Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Semestinya polisi tidak perlu melepaskan tembakan yang berujung meregang nyawa seseorang saat melakukan penanganan terduga teroris. Pasalnya, akan menyisakan kesan bahwa Polri yang represif. Hal ini dikatakan Pengamat terorisme, Zaki Mubarak, kepada Okezone, Senin (26/12/2016).

Diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali melakukan penggerebekan terhadap empat orang terduga teroris di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dua orang di antaranya tewas setelah mendapat hadiah peluru dari petugas saat berusaha melawan.
"Penindakan yang represif apalagi berujung dengan penghilangan nyawa mereka yang diduga teroris, justru akan memproduksi dendam, kebencian, dan viral kekerasan," kata Zaki.

Densus 88 perlu belajar cara yang lebih efektif dalam menangani teroris tanpa dengan membunuh agar tidak menyisakan dendam bagi keluarganya dan jaringan teroris yang lainnya.

"Mestinya pemerintah harus belajar, terutama Densus dan kepolisian bagaimana cara menangani teroris dengan cara yang lebih efektif tanpa harus membunuh. Pendekatan yang sifatnya kultural harus dikedepankan," ujarnya. (nn/okezon)


Top