Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA – Sikap warga Jakarta yang telah memaafkan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pascasidang perdana minggu lalu  tidak berpengaruh pada proses hukum yang berlaku. Hal ini dikatakan pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, kepada Okezone, Senin (19/12/2016).

Hal ini ia katakan Menanggapi Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim warga Ibu Kota telah memaafkannya pascasidang perdana minggu lalu. Hal tersebut ia katakan berdasarkan naiknya elektabilitas mantan Bupati Balitung Timur berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).

 "Memaafkan mungkin saja iya, tapi untuk proses hukum tetap berlanjut dan yang memaafkan belum pasti memilih Ahok. Pasalnya, terbukti dari lima hasil lembaga survei nasional, Ahok hanya menang di satu lembaga survei, sementara di empat lembaga survei kalah," paparnya.

Berdasarkan hasil survei LSI beberapa waktu lalu, keinginan masyarakat akan sosok gubernur baru, yakni pada Maret sebesar 24,7 %; Juli sebesar 31,5%; Oktober naik menjadi 48,6 persen dan terus meningkat pada November di angka 52,6%. Sementara pada survei terbaru Desember 2016, LSI menyebut 60,3% publik Jakarta menginginkan gubernur baru.

Ada tiga alasan penting mengapa sentimen publik terhadap keinginan memiliki gubernur baru semakin meningkat. Pertama, rapor merah atas empat kondisi kehidupan masyarakat DKI Jakarta yakni politik, ekonomi, keamanan, dan penegakan hukum.

Kedua, mayoritas publik tak nyaman dengan pro-kontra kasus Ahok. Ketiga, mayoritas publik atau sebesar 65% tak bersedia dipimpin oleh gubernur dengan status tersangka.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka terhadap 440 responden, dilengkapi pula dengan kulitatif riset. Pengumpulan data dilakukan pada 3 hingga 8 Desember 2016 dengan margin of error sebesar 4,8 persen. (nn/okezon)




Top