Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Pemerintah diminta tidak membanding-bandingkan terkait mulai meningkatknya jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Indonesia dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah, dengan nada tinggi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/12/2016).

"Tidak bisa begitu, tenaga kerja kita datang dengan legal dan mendatangkan devisa buat negara. Jangan dibanding-bandingkan!" ujar Fahri.
Fahri menganggap, tidak relevan bila membandingkan TKA asal Tiongkok yang diduga datang ke Indonesia tanpa dokumen resmi itu. Pemerintah, menurut Fahri harus menjelaskan kepada masyarakat apakah para pekerja asal Negeri Tirai Bambu itu legal atau tidak.

"Kalau legal, apa dasar legalitasnya karena ada undang-undang yang mengatur spesifikasi dan kriteria TKA," jelas Fahri.

Fahri menjelaskan, dalam peraturan perundang-undangan ketenakerjaan di Indonesia, Indonesia tidak menerima TKA untuk golongan rendah seperti buruh. Indonesia, lanjut Fahri hanya menerima tenaga kerja profesional yang memiliki keahlian khusus yang bisa diajarkan kepada penduduk lokal.

Fahri mengingatkan tidak boleh ada kerja sama diam-diam apalagi private to private, yang mengesankan bila ada investasi dari suatu perusahaan asing, tenaga kerjanya bisa didatangkan secara ilegal.  (nn/okezon)


Top