Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA --  Setelah aksi superdamai 212, Umat Islam Indonesia seperti mendapatkan energi baru yang luar biasa dahsyat. Energi spiritual yang bersumber dari keyakinan hakiki, yaitu keyakinan terhadap Allah atau biasa dikenal dengan sebutan tauhid. hAL INI DIKATAKAN Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman, Pedri dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (12/12)

Pedri mengatakan, Energi tersebut lahir menjadi gerakan-gerakan seperti Gerakan Subuh Berjamaah atau yang lebih dikenal dengan Gerakan 1212. Gerakan ini awalnya dipusatkan di Bandung. Tapi pada pelaksanaannya, gerakan tersebut dengan sangat cepat bergulir ke seluruh penjuru Indonesia.

"Masjid-masjid di kota besar dan seluruh daerah dibanjiri gerakan subuh berjama’ah," katanya.

Pedri menilai bahwa gerakan tersebut sangatlah bagus karena salah satu kekuatan umat Islam itu adalah jika shalat Subuh berjamaah di masjid. Terlebih, Subuh adalah waktu dimulainya aktivitas harian yang artinya, jika subuh-subuh sudah ke masjid, maka produktivitas umat akan meningkat. "Daya juang dan daya saingnya akan sangat bagus," terang Pedri.

Gerakan tersebut juga sudah sewajarnya mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, gerakan tersebut menurutnya adalah revolusi mental yang sesungguhnya. "Jadi gerakan ini harus didukung. Inilah revolusi mental yang sesungguhnya," ucap Pedri.

Tanpa disadari, lahirnya gerakan-gerakan yang ada saat ini, mulai aksi 411, 212 dan terakhir 1212 sebenarnya proses revolusi itu sedang terjadi di tubuh umat. Revolusi tersebut merupakan revolusi yang sangat mendasar karena datang dari hati. Revolusi tersebut diilhami pembelaan terhadap hak asasi yang paling dasar, yaitu agama.

Ppemerintah dan penegak hukum harus betul-betul melihat kejadian ini dengan hati dan kesadaran penuh akan tugas mereka sesungguhnya untuk malayani rakyat dan menghadirkan keadilan sosial bagi semua. Karena keadilan adalah kunci kebangkitan bangsa ini.

Pedri berpendapat, revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Jokowi belum tampak sama sekali di pemerintahannya. Bahkan pada aspek keadilan dan penegakan hukum revolusi mental itu seperti memakan tuannya sendiri.  (nn/rol)




Top