Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Agama -- Hujan  dengan Intensitas tinggi yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan longsor kembali terjadi di tiga titik baru tepatnya di wilayah Kecamatan Malalak.

Camat Malalak, Harmezi dikonfirmasi dari Bukittinggi, Selasa, menyebutkan longsor di tiga titik baru tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 9.00 WIB.

"Hari ini sudah ada delapan titik longsor di Jalur Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka) yang berada di wilayah Kecamatan Malalak, sebelumnya pada Senin(5/12) sore ada sekitar lima titik," katanya.

Ia menyebutkan lima dari delapan titik longsor tersebut dinilai cukup parah karena menimbun jalan dalam jarak yang cukup panjang.

"Tiga titik baru ini termasuk dalam lima lokasi longsor yang parah karena menimbun jalan sepanjang 45 meter dan ketinggian enam sampai delapan meter," sebutnya.



Tiga titik longsor itu masih berada di antara wilayah Ambacang dan Sarasah yang mana kedua wilayah ini juga termasuk titik dengan kondisi longsor cukup besar.

"Kondisi cuaca saat ini di Malalak sudah cukup mendukung untuk dilakukan pembersihan material longsor meski masih diselimuti kabut tipis, dengan bantuan dari Babinsa, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP dan dan lainnya serta dua unit alat berat," lanjutnya.

Menurutnya dengan kondisi longsor itu diperkirakan akan membutuhkan waktu hingga lima belas hari ke depan untuk pembersihan material longsor secara menyeluruh.

"Kecuali bila ada tambahan bantuan alat berat dan cuaca terus membaik, maka diharapkan paling tidak dalam satu minggu ke depan jalan dapat kembali bersih dari material longsor," tambahnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Bambang Warsito menyebutkan lima kecamatan di wilayah itu masuk daerah rawan longsor yakni Kecamatan Malalak, Ampek Koto, Palupuh, Tanjung Raya dan Palembayan.

"Bencana longsor sering terjadi di daerah tersebut saat curah hujan tinggi melanda daerah itu," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang tinggal lima wilayah kecamatan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan BPBD, Dinas Pekerja Umum dan lainnya apabila terjadi bencana


Top