Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Pasaman -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Desrizal, menyebutkan jumlah korban dugaan keracunan bakso bakar Keliling di  Kecamatan Panti dan Padang Gelugur  terus bertambah menjadi 36 orang, yang sebelumnya berjumlah 25 orang.

Desrizal di Rumah Sakit Yarsi Panti, Rabu, mengatakan dari 36 korban tersebut 23 korban dirawat di RS Yarsi Panti dan empat di Puskesmas Tapus.

"Ditambah yang telah dirujuk ke RSUD Lubuk Sikaping sembilan orang," ujarnya.

Untuk korban balita, katanya, ada delapan korban."Selebihnya anak-anak diatas umur enam tahun," katanya.

Ia mengatakan saat ini sampel bakso bakar yang diduga mengadung bahan yang berbahaya sudah diambil."Kita belum bisa memastikan kandungan makanan itu. Sampel akan diperiksa dulu di Balai POM Padang. Mungkin sekitar satu minggu baru bisa diketahui hasilnya," ujarnya.


Sementara itu, Indun (36) orangtua Abdul Halim (10), salah seorang korban mengatakan anaknya membeli bakso bakar tersebut ketika pulang dari sekolah di SDN 09 Petok.

"Setelah itu sekitar pukul 16.00 WIB, anak kami mengalami muntah-muntah, pusing dan mencret. Selanjutnya langsung kita bawa ke rumah sakit," katanya seperti dilansir antara.

Sebelumnya, anak-anak di Kecamatan Panti dan Padang Gelugur diduga keracunan setelah memakan bakso bakar keliling.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Panti Aiptu Zulhendri mengatakan Menurut keterangan orangtua korban awalnya mereka membeli jajanan bakso bakar kepada pedagang keliling. Setelah itu anaknya mengalami muntah-muntah dan pusing. Mereka langsung membawanya ke rumah sakit.

Saat ini kepolisian telah mengetahui identitas pedagang bakso bakar keliling tersebut dan segera melakukan pencarian.


Top