Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.PIDIE JAYA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa 6,5 Skala Richter (SR) di Aceh.

Sementara itu, selain penyiapan ruang kelas darurat yang dimotori oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), Muhadjir bersama tim memastikan kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan proses belajar mengajar pada awal tahun 2017 usai masa libur semester pertama.

"Dalam ratas sudah diputuskan terkait pembangunan infrastruktur dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan BNPB. Kemdikbud menyiapkan sarana dan prasarana agar dapat mendukung proses belajar mengajar," ujar Muhadjir di SDN Peulandok Tunong, Trenggandeng, Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Selasa (20/12/2016).

Ia mengungkapkan keberadaannya di Pidie Jaya untuk memastikan proses pemulihan kegiatan belajar siswa agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, ia berpesan agar penyaluran bantuan, baik pembangunan fisik maupun penyediaan bantuan pendukung kegiatan di sekolah, dapat dikelola dengan baik sehingga tidak tumpang tindih.

Mendikbud juga mengingatkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kepala Sekolah agar mengurus kelengkapan administrasi, khususnya terkait hibah dan status tanah wakaf yang digunakan untuk pembangunan unit sekolah baru pengganti gedung lama yang rusak berat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, Saeful, menyampaikan kesiapan jajarannya untuk menyelengarakan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah pada 2 Januari 2017. Saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi data kebutuhan sekolah terdampak bencana gempa untuk mendapatkan bantuan yang tepat dan sesuai arahan Mendikbud.

Untuk mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak gempa, Kemdikbud telah menyalurkan bantuan sekira Rp25,8 miliar di tahap tanggap darurat bencana dalam tahun anggaran 2016. Kemudian, Kemdikbud siap untuk menyalurkan sekira Rp42,4 miliar di tahun anggaran 2017, guna perbaikan unit sekolah permanen. (nn/okezon)




Top