Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - KPU dan Bawaslu akan menghadapi tantangan yang sangat berat pada pemilu mendatang sehingga diperlukan proses seleksi yang ketat agar dapat melahirkan anggota yang berkualitas. Hal ini dikatakan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz, kepada Okezone, Senin (26/12/2016).

Proses seleksi calon angggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah memasuki tahap ketiga, yakni masukan dan tanggapan masyarakat yang dijadwalkan pada 17 Desember 2016 hingga 25 Januari 2017.

"Seyogyanya tim seleksi mewujudkan komposisi penyelenggara pemilu yang tidak hanya mempunyai kapasitas akademik dan sehat jasmani rohani tetapi juga mampu bekerja secara tim untuk menjaga integritas pemilu baik proses dan hasilnya," kata Masykurudin.

Ia menjelaskan bahwa selain mekanisme penyelenggaraan pemilu yang baru, kepercayaan masyarakat terhadap politik juga menurun. Hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) calon anggota KPU dan Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi pemilih sebagai tujuan penyelenggara pemilu mendatang.

"Integritas penyelenggara menjadi syarat kunci, bagaimana mewujudkan komposisi penyelenggara pemilu yang tidak pandang bulu, menjunjung tinggi kepastian hukum untuk melaksanakan keadilan pemilu serta secara solid membuka ruang seluas-luasnya bagi keterlibatan pemilih," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 36 orang calon anggota KPU dan 22 orang anggota Bawaslu lolos seleksi ke tahap III. Sebelumnya, terdapat 300 orang calon anggota KPU dan 217 orang calon anggota Bawaslu. (nn/okezon)




Top