Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.InfoSehat--Perut buncit disebut juga dengan obesitas sentral. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengalami kelebihan lemak di dalam jaringan perut.

Meski demikian, perut buncit tidak hanya terjadi pada mereka yang sudah tua atau menderita obesitas. Mereka yang berat badannya normal –bahkan kurus– juga bisa memiliki perut buncit. 

Menurut penelitian, perut buncit berhubungan erat dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti diabetes dan penyakit jantung. Mengapa perut buncit begitu berbahaya bagi kesehatan?

Perut buncit memiliki dua bentuk. Pertama, lemak yang terkumpul pada bagian bawah kulit. Bentuk lemak seperti ini tidak memiliki ancaman kesehatan yang bermakna.

Kemudian, yang kedua dan berbahaya ialah saat lemak tersebut berada di dalam perut. Kumpulan lemak ini berkaitan dengan gangguan respons tubuh terhadap oksidan. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan risiko terjadinya serangan jantung.

Untuk menentukan buncit atau tidaknya perut Anda, lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan menggunakan CT scan atau MRI.

Namun, ada cara lain yang mudah untuk dilakukan, yaitu dengan mengukur perbandingan ukuran pinggang dan panggul. Jika ditemukan perbandingan 0,85 pada wanita dan 0,95 pada pria, maka orang tersebut dapat dikatakan memiliki perut buncit.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Anda harus menurunkan berat badan. Kombinasi antara pola makan tinggi serat dan rendah kalori serta olahraga aerobik sangat bermanfaat bagi Anda yang memiliki perut buncit. Bila dilakukan secara konsisten, berat badan akan turun berkala dalam 1 bulan.(nn/klikdokter)




Top