Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta - Komunitas Tionghoa menobatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai 'man of the year'. Penghargaan diberikan kepada Rizieq karena dianggap membawa kedamaian dalam aksi 'Bela Islam III' 2 Desember lalu.

Pemberian penghargaan adalah dua komunitas masyarakat Tionghoa yakni Muslim Tionghoa Indonesia (Musti) pimpinan Jusuf Hamka dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) pimpinan Lieus Sungkarisma.

Lieus mengatakan, masyarakat khususnya warga keturunan Tionghoa memandang perlu memberikan apresiasi kepada Habib Rizieq. Rizieq dinilai mampu mengendalikan aksi 212 menjadi aksi super damai sehingga tidak merembet ke masalah SARA.


"Begini, kita kan orang Tionghoa melihat demo 212 ini sepertinya menakutkan, tapi ada jaminan dari Habib Rizieq tidak akan menyamber ke SARA, ini karena kebetulan Ahok yang jadi gubernur ini Tionghoa, kemudian dianggap menista. Tetapi sebetulnya tidak ada masalah SARA dalam aksi tersebut," jelas Lieus seperti dilansir detikcom, 

Menurut Lieus, Rizieq memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa aksi 212 tersebut bukan untuk menimbulkan kebencian terhadap kalangan minoritas. "Sehingga tidak ada ketakutan di kalangan minoritas dari kaum Tionghoa ini, jadi Habib Rizieq ini luar biasa, kita patut memberikan apresiasi kepada Habib Rizieq ini," sambungnya.

Lieus juga meluruskan pandangan sebagian orang yang menilai aksi 212 sebagai aksi untuk menggulingkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kemudian dikaitkan dengan SARA.

"Ini (demo) karena Ahok punya indikasi korupsi kita demo, bukan karena dia orang Tionghoa, Kristen. Itulah kesamaan kita," lanjutnya.


Top