Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.InfoSehat--Tidak bisa dimungkiri, masalah kurang gizi memang menjadi pokok pemikiran sebagian besar masyarakat Indonesia. Tak jarang hal ini menimbulkan rasa khawatir berlebihan bagi para orangtua.

Pemantauan Status Gizi 2015 di 150 kabupaten dan kota di Indonesia menyebutkan bahwa 14,9% balita mengalami gizi kurang dan 3,8% mengalami gizi buruk. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menjadi perhatian khusus Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kurang gizi biasanya disebabkan oleh kekurangan makronutrisi, yaitu karbohidrat, protein dan lemak. Untuk menilai status gizi anak, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan standar pengukuran sebagai berikut:

  •     Usia (U)
  •     Panjang badan (PB)
  •     Tinggi badan (TB)
  •     Berat badan dibandingkan dengan usia (BB/U): Gizi kurang (underweight) dan gizi buruk (severly underweight)
  •     Panjang badan dibangingkan dengan usia (PB/U): Pendek (stunted) dan sangat pendek (severly stunted)
  •     Berat badan dibandingkan dengan tinggi badan (BB/PB): Kurus (wasted) dan sangat kurus (severly wasted)

Dari catatan di atas, tanda-tanda anak kurang gizi dapat dikelompokkan sesuai dengan kurva yang sudah diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Namun terkadang, cara ini cukup sulit untuk dilakukan.

Tapi tenang saja. Berikut adalah tanda dan gejala yang lebih mudah untuk Anda perhatikan:

1. Gizi kurang

Pada umumnya, anak yang kurang gizi memiliki gejala khusus, yaitu kurus dan berat badannya lebih rendah untuk anak seusianya. Terlepas dari masalah genetik, anak yang kurang gizi juga biasanya lebih pendek daripada anak seusianya.

Gejala-gejala ini memang kadang sulit dinilai dan sering dianggap remeh. Jika Anda menemukan hal demikian pada anak, sebaiknya bawa ke dokter agar segera mendapat terapi yang tepat.

2. Gizi buruk

Anak yang gizi buruk lebih mudah dikenali karena sudah memiliki perubahan fisik pada tubuhnya. Gizi buruk terbagi menjadi dua, yaitu marasmus dan kwasiorkor.

  •            Marasmus:

Pada gizi buruk tipe ini, anak terlihat sangat kurus, tulang iga menonjol. Wajahnya pun terlihat seperti orang tua, memiliki perut cekung, serta paha dan bokong tepos.

 Kulit terlihat turun seperti celana kedodoran (baggy pants). Pada tipe marasmus, tubuh anak terlihat seperti  tinggal tulang dan kulit saja.

  •            Kwasiorkor:

Berbeda dengan marasmus, anak dengan gizi buruk tipe kwasiorkor terlihat lebih gemuk. Terdapat pembengkakan pada wajah dan kaki, serta memiliki perut buncit.

Anak yang kwasiorkor juga memiliki perubahan pada area kepala. Rambut menjadi jarang karena sering rontok dan kemerahan.

Periksa tubuh anak Anda secara rutin, dengan berkunjung ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan terdekat. Dengan demikian, jika kekurangan gizi atau mengalami gizi buruk, dapat segera diatasi.(nn/klikdokter)


Top