Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.SERANG - Demonstrasi yang akan dilakukan pada 2 Desember nanti akan dibubarkan secara paksa jika dalam pelaksanaannya justru menganggu ketertiban umum. Hal itu dinyatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berkunjung Masjid Raya Al bantani, Serang, Banten.

Tito mengatakan bahwa demonstrasi tak boleh bertentangan dengan peraturan yang sudah ada. Jika dilihat sesuai dengan Pasal 6 dan Pasal 15 UU Nomor 9 Tahun 1998, aksi unjuk rasa tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

"Tidak boleh mengganggu ketertiban umum, tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain, dan itu dapat dibubarkan dalam Pasal 15," ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian di Masjid Raya Al-Bantani, Jumat (25/11/2016).

Polisi tidak akan melarang aksi unjuk rasa, selagi tidak melanggar aturan hukum yang ada. Dalam kajian hukum yang sudah dilakukan pihak kepolisian, Kapolri menyebut demonstrasi 2 Desember dinilai sudah melanggar aturan.

Kapolri menambahkan, Polri bersama aparat keamanan lainnya tengah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan melakukan dialog dan komunikasi dengan pihak-pihak yang akan ikut aksi unjuk rasa di berbagai daerah. (nn/okezon)




Top