Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Wakil Bupati Buton La Bakry sebagai saksi dalam kasus suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Bupati Buton yang diadili di Mahkamah Konstitusi pada 2011-2012 dengan tersangka Samsu Umar Samiun. Kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak, Senin (21/11/2016).

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebabagi saksi untuk tersangka Samsu Umar Samiun," ujarnya.

Yuyuk mengatakan, selain La Bakry, penyidik lembaga antirasuah juga akan memintai keterangan pegawai negeri sipil (PNS) bernama La Uku sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Sementara itu, dalam kasus itu sendiri, Samsu Umar telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuap Ketua MK Akil Mochtar senilai Rp1 milyar. Tujuan suap untuk memuluskan perkara sengketa Pilkada Kabupaten Buton 2011.

Tak hanya Samsu, lembaga antikorupsi juga sudah menjerat kepala daerah lainnya dalam kasus suap Akil Mochtar agar dimenangkan gugatannya di MK. Setidaknya, ada tujuh sengketa pilkada yang “dimainkan” oleh Akil di MK. Mereka di antaranya perkara mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardhana dalam Pilkada Lebak dan Banten.

Akibat perbuatannya itu, Samsu disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. (nn/okezon)


Top