Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta -- Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi rencana demonstrasi yang akan digelar 4 November 2016 mendatang. Presiden ke-6 Indonesia ini dengan tegas menyatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus diproses hukum.

Presiden ke-6 Indonesia ini ingin memastikan jika Gubernur DKI Jakarta non aktif itu tidak kebal hukum. SBY mengatakan, adanya unjuk rasa besar-besaran pada 4 November 2016 karena masyarakat di seluruh Indonesia merasa tak puas karena tuntutannya tak didengar.

“Barangkali diprotes karena tuntutan enggak didengar, diabaikan, sampai lebaran kuda pun masih ada unjuk rasa,” kata SBY, seperti dikutip dari Solopos.com, Rabu (2/11/2016).

SBY menegaskan, jika Ahok bersalah maka perlu diberi sanksi. Namun, jika tak bersalah maka Ahok harus dibebaskan.

“Ini jika ingin negara tidak terbakar penuntut keadilan. Pak Ahok yang harus diproses hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum, equality before the law,” ujarnya.

SBY mengingatkan lagi jangan sampai ada rumor Ahok tidak bisa disentuh. “Bayangkan, do not touch Ahok. Nah setelah Pak Ahok diproses hukum semua pihak menghormati. Ibaratnya jangan gaduh. Apakah Pak Ahok bersalah atau tidak diserahkan ke penegak hukum,” kata dia.

Meski begitu, SBY mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan bijaksana.

“Mari kita bikin mudah urusan ini jangan dipersulit. Sekali lagi mari kita bikin mudah. Mari kita kembali ke kuliah manajemen dan kembali ke metode penyelesaian persoalan. Itu semeseter satu yang kuliah di ilmu manajemen, ilmu kepemimpinan,” katanya. 
(okezone)


Top