Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Menjelang digelarnya kontestasi Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017, Jajaran Polri diimbau tetap waspada akan serangan terorisme di Indonesia. Hal itu menyusul ditangkapnya terduga simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di kawasan Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat 18 November 2016. Kata Pengamat terorisme Al Chaidar.

Ia mengatakan, tak hanya di Jakarta Barat, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri pun menangkap lima orang terduga teroris. Mereka diamankan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Salah satu tujuan dari serangan kelompok terorisme yang dipimpin Abu Bakr al-Baghdadi tersebut adalah untuk mengganggu sistem berdemokrasi. Pasalnya, salah satu tujuan ISIS adalah ingin membangun negara khilafah di Indonesia.

"Pilkada serentak jangan menjadikan kesempatan mereka (kelompok teroris) beraksi karena melihat aparat habis-habisan melakukan pengamanan Pilkada. Ini juga perlu kesigapan karena jangan semua polisi kosentrasi Pilkada dan menjadi kesempatan bagi teroris khususnya kelompok ISIS beraksi di tempat-tempat tertentu," kata Al Chaidar kepada Okezone, Sabtu (19/11/2016).

Saat ini ISIS semakin terjepit akibat serangan dari para musuh di seluruh kawasan yang menjadi basisnya di Irak dan Suriah. Sehingga, kelompok teroris ini akan melakukan segala cara guna membalas serangan tersebut melalui para simpatisannya yang ada di dunia.

Sementara di Indonesia, ISIS telah memberikan fatwa untuk menyerang para thaghut atau penyeru kemungkaran seperti anggota polisi dan orang-orang yang dianggap membahayakan kelompok ISIS.

Fatwa dari Mindanao

Al Chaidar mengatakan, setiap aktivitas kelompok ISIS di Indonesia masih dikontrol oleh jaringan ISIS yang ada di Mindanao, Filipina.(nn/okezon)




Top