Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA  -Potensi terjadinya kericuhan atau bentrokan dalam demonstrasi Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 terbuka lebar. Aparat keamanan dari TNI dan Polri diminta mewaspadai terjadinya bentrokan tersebut. Kata Pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, kepada Okezone, Minggu (27/11/2016).
Tidak hanya itu, Pangi juga mengingatkan Polri tak bisa melarang masyarakat untuk melakukan demo karena bisa melanggar konstitusi. Ia meminta aparat untuk fokus mengamankan aksi yang menuntut gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan.

"Potensi bentrok tetap ada. Namun jangan sampai polisi dan TNI melanggar konstitusi, demo kok dilarang, rezim enggak boleh membredel. Namun tugas polisi dan TNI mengamankan aksi damai dari aktor yang tidak menginginkan aksi berjalan damai," ujar Pangi.

Menurut Pangi, aparat keamanan jangan sampai bermain opini dengan  menakut-nakuti masyarakat ataupun melarang mereka berdemonstrasi. Hal ini tentu akan membuat kemunduran demokrasi. dimana ruang gerak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi menjadi terbatas.

Bila Polri dan TNI terus beropini, justru semakin membuat suasana makin gaduh. Salah satu hasil kegaduhan yang sudah terlihat yakni pelarangan melaksanakan Salat Jumat, yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF-MUI) digelar di Jalan Sudirman-MH Thamrin. (nn/okezon)


Top