Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA – Saat ini merupakan pekerjaan rumah bagi aparat kepolisian untuk segera memproses dan mengusut kasus dugaan penistaan agama. Jika tidak dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi pergolakan yang sama ke depannya. Hal ini dikatakan Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting(VCRC), Pangi Syarwi Chaniago, kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Hal ini menanggapai protes sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang menuntut untuk segera menghukum Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait dengan dugaan penistaan agama berujung bentrok.

Pangi mengatakan, sekarang bola ada di Polri, paling tidak ini menjadi sinyal sekaligus peringatan dini bagi Polri untuk segera mempercepat proses hukum Ahok. Nanti dibuktikan di pengadilan apakah terbukti salah atau tidak. Nanti keputusan pengadilan juga ada sebagian yang terpuaskan dan ada yang belum terpuaskan. Itu biasa," papar Pangi.

Ia menuturkan bahwa aksi turun ke jalan itu merupakan kekuatan dari masyarakat yang marah atas hal dugaan penistaan agama tersebut. Tak hanya itu, Pangi juga merasa yakin, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tidak terjebak secara politik. Sehingga, tak akan ada indikasi untuk melindungi Ahok dalam kasus ini.

"Yakin Presiden tak tersandera. Namun belakangan pesan di benak publlik nampak seolah olah tersandera karena grasak grusuk. Bagaimana logikanya kemudian Presiden yang lelah grasak grusuk ke saja sini seperti menemui Prabowo, MUI, NU dan Muhammadiyah, jadi sekilas Ahok politisi kesayangan Presiden," tutupnya. (nn/okezon)




Top