Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan meliburkan sekolah tingkat SD dan SMP pada hari Sabtu-Minggu. Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan pola pendidikan karakter yang akan diterapkan di seluruh Indonesia. Hal ini dikatakan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dalam siaran persnya, Senin (7/11/2016).
"Nanti itu hari Sabtu dan Minggu kita liburkan karena program pendidikan karakter itu waktunya cukup panjang bagi murid dan guru pada hari Senin-Jumat. Sebagai gantinya Sabtu-Minggu akan menjadi hari keluarga," ujarnyanya.

Muhadjir menjelaskan, penerapan pola pendidikan karakter ini merupakan implementasi dari janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Nawacita. Nantinya guru dan murid diminta untuk lebih aktif dalam pola pembelajaran berbasis, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

"Jadi tidak ada penambahan jam pelajaran yang ada penambahan aktivitas sekolah," ujarnya.

Dengan metode pendidikan karakter guru diharapkan bisa menerapkan metode pembelajaran yang lebih bervariasi. Tujuannya untuk membangun karakter siswa didik. Misalnya dengan metode role model maupun role playing.

"Guru sekarang itu terlalu menikmati cara mengajar dengan metode ceramah padahal banyak metode lain yang bisa dipakai," ujarnya.

Mendikbud mencontohkan, untuk memperkuat karakter siswa guru bisa mencontohkan simulasi dagang atau perbankan. Selain itu siswa tidak akan banyak dibebani oleh pekerjaan rumah dengan sistem yang saat ini menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Muhadjir mengatakan, LKS akan dihapuskan karena tidak banyak memberikan nilai tambah bagi siswa.

Saat ini tahap pola pendidikan karakter telah memasuki tahap persiapan. Sebanyak 541 kepala sekolah tengah mengikuti pelatihan untuk mempersiapkan metode ini. Tahun depan rencananya 1.500 kepala sekolah akan mendapatkan pelatihan yang sama.  (nn/okezon)


Top