Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan kepada ribuan masyarakat yang hadir dalam silaturahim nasional di Ancol, Jakarta, Sabtu, untuk tidak akan mengintervensi proses hukum persoalan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok."Saya sampaikan masalah yang berkaitan dengan Jakarta, sejak awal saya sampaikan saya tidak mau intervensi masalah hukum, serahkan saja pada hukum," kata Presiden Jokowi kepada ribuan orang yang mengikuti doa bersama di Econvention, Ancol, Jakarta.
Menurut dia, sebelum demonstrasi 4 November 2016, sejatinya proses hukum atas kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama juga sudah berlangsung.Namun, kata Presiden, segala sesuatu termasuk proses hukum yang berjalan membutuhkan waktu.Bahkan saksi-saksi sudah dimintai keterangan dan diperiksa."Kok pada enggak sabaran. Jadi mari kita tunggu hasil proses hukum itu seperti apa," katanya.

Presiden juga meminta agar aparat hukum tidak ditekan dan dipaksa untuk memproses atau bahkan menangkap Ahok."Jangan aparat hukum kita, kita paksa-paksa. Aturan sudah ada, ketentuan-ketentuan hukum juga sudah ada," katanya.Pada kesempatan itu Presiden menghadiri acara bertajuk Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat "Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa" yang dihadiri ribuan orang termasuk para ulama, habaib, dan kiai.
Acara tersebut digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu upaya partai tersebut untuk menyejukkan umat dalam suasana perpolitikan yang dianggap semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.Sejumlah menteri yang turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri.Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan beberapa ulama juga tampak hadir dalam acara tersebut.
(na/rol)


Top