Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.InfoSehat--Angka penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 di Indonesia semakin meningkat setiap tahun. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penderita DM pada usia di atas 15 tahun pada tahun 2003 lebih dari 12 juta orang. Sebuah angka yang luar biasa.

DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, hingga koma diabetikum. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengenali hal-hal yang memengaruhi kadar gula darah. Agar kadar gula darah senantiasa terkontrol dan terhindar dari penyakit diabetes melitus.

Gula dalam darah bertindak sebagai bahan bakar metabolik utama. Namun, jika kadarnya berlebih dalam tubuh (gula puasa <125 mg/dL dan 2 jam pascagula puasa <200 mg/dL), maka dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Berikut beberapa hal yang dapat memengaruhi kadar gula darah:

Aktivitas fisik

Aktivitas fisik memengaruhi kadar glukosa dalam darah. Ketika aktivitas tubuh tinggi, penggunaan glukosa oleh otot akan ikut meningkat, sehingga kadar gula darah menurun. Begitu juga sebaliknya, kurang aktivitas menyebabkan kadar gula meningkat.

Asupan karbohidrat

Kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh asupan karbohidrat. Jumlah asupan yang berlebih dan kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan kadar gula darah meningkat dan kelebihannya akan disimpan dalam bentuk lemak.

 Stres
Stres akan merangsang pelepasan adrenocorticotropic hormone (ACTH) dari otak. Selanjutnya ACTH akan merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol. Hormon kortisol ini kemudian akan menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.

Penggunaan obat-obatan
Kadar gula dapat dipengaruhi oleh konsumsi beberapa obat-obatan. Konsumsi obat hiperglikemi oral seperti metformin dan glibenklamid dapat menurunkan kadar gula darah. Sedangkan, obat-obatan steroid seperti deksametason dan prednison dapat meningkatkan kadar gula darah

Dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan, maka tubuh akan melakukan kompensasi dengan cara merangsang pelepasan vasopresin. Vasopresin merangsang pembentukan gula dalam darah sebagai kompensasi dehidrasi, sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat.

Siklus menstruasi
Fluktuasi hormon-hormon selama siklus menstruasi diduga menyebabkan perubahan kadar glukosa darah. Peningkatan kadar progesteron dikatakan dapat menyebabkan resistensi insulin temporer, sehingga menyebabkan kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal. Sementara itu, kadar estrogen yang tinggi dapat meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, sehingga kadar glukosa darah dapat lebih rendah dari normal.

Terapkanlah gaya hidup sehat untuk membantu menjaga kadar gula darah. Dengan demikian, penyakit diabetes melitus pun dapat terhindarkan.(nn/Klikdokter)


Top