Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.JAKARTA -Ucapan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Alquran Surat Al-Maidah Ayat 51 sudah memenuhi unsur tindak pidana. Hal ini dikatakan Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro, ketika dikonfirmasi Okezone, Jumat (4/11/2016).

"Kalau hasil perbincangan kita dengan Pak Muzakkir, kasus Ahok jelas memenuhi unsur penodaan agama pasal 156 a KUHP," kata Sugito.
 Sugito mengatakan, FPI memang mengajukan Pengamat Hukum Pidana UII Yogyakarta, Muzakir sebagai saksi ahli kepada penyidik Bareskrim, dalam rangka penyelidikan kasus dugaan penistaan agama tersebut.

"Pertimbangan Pak Muzakkir begini, bahwa Ahok bukan yang seiman dengan islam. Berani-beraninya menyebutkan itu. Itu kan suatu kesengajaan sehingga memenuhi unsur pasal 156a sehingga harus diproses hukum," katanya.

Seperti diketahui, Ahok melontarkan kalimat yang diduga menistakan agama Islam saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Berikut kutipannya: "kan bisa saja dalam hati kecil, bapak, ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi (orang) dengan surah Al Maidah 51 macam macam itu. Itu hak bapak, ibu".

Menurut Sugito Ahok yang bukan beragama islam tidak pantas mengucapkan kalimat seperti itu. "Apalagi orang yang bukan seiman. Itu dia ucapkan terkait dengan Pilkada kan ada kesengajaan supaya orang memilih dia kan ada kesengajaan," tukasnya. (nn/okezon)


Top