Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat









SuryaNews911.JAKARTA - Munculnya rencana aksi demonstrasi Jumat 4 November disebabkan isu adanya intervensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jika sejak awal Jokowi memberi pernyataan lugas bahwa intervensi tersebut tidak benar, kemungkinan demo bisa diminimalisir. Hal ini dikatakan Ketua Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Kamis (3/11/2016).

"Kenapa besar? karena muncul praduga adanya intervensi. Kalau saja Pak Jokowi terang sejak awal, 'saya tidak akan melakukan intervensi hukum', berpidato seperti itu, akhirnya kan publik bisa menilai 'oh iya pak Jokowi berdiri atas nama hukum’. Sayangnya kita tidak mendengar secara langsung pernyataan itu," kata Dahnil dalam diskusi Redbons di Redaksi Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

 Dahnil mengatakan, pada kenyataannya, pernyataan soal kepastian berlanjutnya proses hukum Ahok dan tak ada intervensi Istana dalam hal ini, tidak muncul langsung dari Jokowi. Karenanya, sebelum demonstrasi esok hari berlangsung, Jokowi diminta mengumumkan secara terbuka pernyataan yang diyakini mampu meredam amarah massa tersebut.

"Momentum yang paling tepat, Pak Jokowi bicara kepada seluruh rakyat, 'saya akan mendorong proses hukum yang berkeadilan'. Sampai sekarang kan belum, setidaknya itu akan bisa menenangkan maksud-maksud jahat," imbuh dia.

Sementara itu, saat diundang ke Istana bersama dengan pimpinan Ormas Islam lain, Dahnil juga sempat menyarankan agar Jokowi berdialog dengan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

"Pesan-pesan itu kami sampaikan, tetapi kalau Pak Jokowi hanya mengundang kami-kami, ada kesan Pak Jokowi sedang memecah-belah kami. Sebaiknya Pak Jokowi membuka komunikasi dengan pihak lain," tandas Dahnil. (nn/okezon)


Top