Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Info Sehat -- Sakit gigi lebih baik daripada sakit hati. Ungkapan ini sepertinya tidak berlaku pada semua orang. Pasalnya, sakit gigi kerap membuat penderitanya merasakan nyeri yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bahkan, tak sedikit penderitanya yang ingin segera terbebas dari kondisi tersebut dengan pengobatan alternatif. Mungkin Anda salah satunya.

Sakit gigi dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:
  1.     Penumpukan dan terjebaknya makanan di sela-sela gigi
  2.     Infeksi pada akar gigi dan gusi
  3.     Trauma pada gigi, termasuk benturan atau terkikisnya gigi
  4.     Patahnya mahkota atau akar gigi
  5.     Gigi yang sedang tumbuh menembus gusi
  6.     Infeksi sinus yang menyerupai sakit gigi

Untuk membantu mengatasinya, berikut ini pertolongan pertama pada sakit gigi yang perlu Anda lakukan:

    Sikat gigi sebersih-bersihnya sampai ke sela-sela, terutama pada gigi yang sakit.
    Berkumurlah dengan campuran setengah gelas kecil air putih hangat yang dicampur garam 1 sendok makan.
    Gunakan benang gigi/dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan dan plak gigi. Hindari menggunakan tusuk gigi.
    Beli obat antinyeri di apotek atau toko obat. Hindari menempelkan obat tersebut di gigi atau gusi yang sakit, karena ini dapat membuat gusi Anda iritasi atau luka.
    Beli obat kumur yang mengandung benzydamin HCl di apotek atau toko obat untuk meringankan peradangan di rongga mulut. Kumur sebanyak 15ml atau 1 1/2 sendok makan, selama 60 detik, sebanyak 2-3 kali sehari.
    Beli minyak cengkeh di apotek atau toko obat. Ini mengandung zat antiseptik, antiradang dan antinyeri. Teteskan pada kapas steril, lalu tempelkan pada gigi dan gusi yang sakit.
    Jika sakit gigi akibat benturan, gunakan kompres dingin dari luar pipi.

Jangan abaikan sakit gigi. Hasil penelitian dari Poltekkes Denpasar jurusan Kesehatan Gigi menyimpulkan bahwa seseorang dengan penyakit gusi (periodontitis) memiliki risiko penyakit jantung koroner dan stroke sebesar 25%.


Top