Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Perut buncit yang berisiko terhadap beberapa penyakit berbahaya ada ukurannya. Cara yang paling mudah untuk mengetahui perut Anda buncit atau tidak adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Untuk orang Asia, menurut WHO, perut terbilang buncit apabila ukuran lingkar pinggang di atas 80 cm pada wanita dan 90 cm pada pria.

Perut buncit dapat terjadi karena adanya penumpukan lemak viseral, yaitu lemak yang terdapat di dalam organ dalam perut. Berikut ini beberapa penyakit yang berhubungan dengan perut buncit:
  • Jantung dan Pembuluh Darah


Penumpukan lemak pada perut buncit akan sangat membahayakan. Lemak jahat yang tersimpan itu dapat menyebar dan menyumbat pembuluh darah jantung. Selain itu, lemak jahat tersebut juga aktif memproduksi sel sitokin –seperti tumor necrosis factor dan interleukin 6– yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.


  • Hati

Lemak yang berlebihan disimpan oleh tubuh di dalam perut, termasuk sekitar hati. Hati adalah organ yang membakar lemak. Apabila lemak berlebihan, hati akan kesulitan untuk membakarnya sehingga lemak dapat terakumulasi di dalam hati dan menyebabkan perlemakan hati. Sel sitokin yang dihasilkan oleh lemak sekitar hati juga mengganggu proses pembakaran yang terjadi pada hati.

  • Diabetes

Perut buncit berhubungan dengan resisten insulin sehingga mengganggu metabolisme gula. Hal ini terjadi karena sel sitokin, yang diproduksi oleh lemak berlebih di dalam perut, memberikan dampak negatif pada sensitivitas sel terhadap insulin. Sehingga, level gula di tubuh meningkat dan Anda dapat terkena diabetes.

  • Hipertensi

Lemak viseral yang berlebihan pada perut dapat menyebabkan hipertensi. Mekanisme yang menyebabkan hal tersebut adalah penumpukan cairan, dan aktivasi sistem saraf simpatis serta sistem renin-angiotensin-aldosteron yang berhubungan dengan tekanan darah. Perut buncit juga dapat menyebabkan perubahan resistensi pembuluh darah, sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

  • Kanker payudara


Perut buncit juga dihubungkan dengan kanker payudara. Beberapa studi menemukan bahwa perut buncit dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan membuat prognosis yang lebih buruk pada penderita kanker payudara. Risiko kanker payudara meningkat hingga 30% pada wanita yang mengalami kenaikan ukuran lingkar pinggang (naik satu ukuran celana) pada umur 25 hingga setelah menopause.

  • Dementia (Pikun)


Banyaknya penumpukan lemak pada tubuh dapat mengakibatkan fungsi kognitif otak menurun. Perut buncit juga berhubungan dengan degenerasi saraf yang memengaruhi struktur otak dan dapat menyebabkan pikun, termasuk Alzheimer. Tak hanya itu, perut buncit dapat meningkatkan risiko pikun hingga 3 kali lipat pada 30 tahun mendatang. Kendati demikian, mekanisme di balik hal tersebut belum terlalu jelas.


Top