Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com, Jakarta --  Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri menyatakan tidak ada pengeditan dalam video terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengutip Surat Al-Maidah ayat 51.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agus Andrianto mengatakan, polisi telah membandingkan video yang beredar di media sosial dengan yang asli. Hasilnya, tak ada pengeditan yang mengubah isi pernyataan Ahok dalam video tersebut.

"Hanya dipotong dari video panjang jadi pendek, tidak ada pengurangan atau penambahan," kata Agus di Markas Besar Polri, Jakarta seperti dilansir CNN Indonesia.

Dia menjelaskan, saat menghadap penyelidik kemarin, Ahok telah melihat hasil penelitaan Pusat Laboratorium Forensik Polri pada video itu. Menurutnya, Ahok membenarkan bahwa pernyataannya dalam video yang beredar di media sosial tidak dikurangi atau ditambahkan.
Namun, ia menambahkan, Ahok menyatakan bahwa pernyataan itu bukan bertujuan untuk menghina agama tertentu.

"Kemarin dia katakan, alangkah bodohnya dia yang minoritas menghina umat Islam yang memang mayoritas warga Jakarta umat Muslim, saat pilkada," kata Agus.

Menurut Agus, dalam klarifikasinya kepada penyelidik, Ahok mengatakan bahwa ucapannya itu sebagai penegasan kepada warga Pulau Seribu bahwa ia tidak memaksa untuk dipilih.

Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut, Agus enggan menyimpulkan apakah konten pernyataan Ahok memuat unsur penistaan agama atau tidak.


Top