Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Petugas menyita barang bukti dugaan suap Rp70 juta dari tangan tersangka. Hal ini dikatakan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (16/10/2016).

 Basaria menjelaskan, satgas KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di sejumlah tempat di Kebumen pada Sabtu 15 Oktober 2016. Dari enam orang yang ditangkap, dua di antaranya dijadikan tersangka yakni Ketua Komisi A DPRD Kebumen, Yudhi Tri H (YTH) dan seorang PNS di Disbudpar Kebumen bernama Sigit Widodo (SGW).

"Penyidik amankan YTH di rumah salah satu rumah pengusaha di Kebumen, dari tangan penyidik sita Rp 70 juta," katanya.
 
Menurut Basaria, kedua tersangka diduga menerima suap terkait ijon proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen. Pada APBD Perubahan, Dinas Pendidikan akan mendapatkan dana Rp4,8 miliar yang digunakan untuk pengadaan buku dan alat peraga.

Namun kemudian, ada kesepakatan antara tersangka dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek di Dinas Pendidikan. Tersangka dijanjikan fee 20 persen dari Rp4,8 miliar bila proyek teralisasi. "Kemudian kesepakatan diterima Rp750 juta," jelas Basaria.

Pada OTT Sabtu 15 Oktober 2016, KPK pun mengamankan Rp70 juta dari tangan dua tersangka sebagai bagian dari komitemen fee.

Kedua tersangka kena jerat hukum. Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiamana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (nn/okezon)




Top