Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Pejabat eselon dan staf di kementerian dihimbau untuk melalukan optimalisasi anggaran dengan memangkas pos-pos pengeluaran "hura-hura", salah satunya penyelenggaraan kegiatan nasional di hotel berbintang lima. Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dalam amanat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2016).

"Saya mengimbau kegiatan nasional untuk tidak dilakukan di hotel bintang lima. Banyak hotel bintang empat, bintang tiga yang bisa dimanfaaatkan. Ini semata untuk optimalisasi dan fokus anggaran," kata Tjahjo.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan anggaran. Direktorat Jenderal (Ditjen) yang tahun ini penyerapan anggarannya tidak maksimal, maka pada tahun depan harus ada pemotongan.

"Kalau anggaran 2016 Rp1 Miliar, baru terserap Rp500 juta, anggaran 2017 dipotong dan diberikan Rp500 juta. Ini kerja kami untuk memfokuskan anggaran. Manfaatnya harus dirasakan tidak hanya di Kemendagri, tapi seluruh daerah dan masyarakat," ujar dia.

Tidak hanya itu program kerja yang bersifat “abu-abu” juga diimbau untuk diperjelas penggunaan anggarannya.

"Pos-pos anggaran yang absurd, “abu-abu” harus dihilangkan, misalnya pembinaan kampung nelayan, kan enggak jelas. Lebih baik jelas bantuan kapal, jaring, bantuan pelelangan ikan. Kalau program pemberdayaan kampung nelayan itu enggak jelas," papar Tjahjo. (nn/okezon)




Top