Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh diminta mengadakan sosialisasi proses pilkada kepada seluruh narapidana. Tidak cukup sekali, sosialisasi ini harus dilakukan terus-menerus. Hal ini dikatakan Anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah,saat memberikan pengarahan pada rapat kerja penyusulan daftar pemilih sementara di Hermes Hotel, Banda Aceh, Sabtu (8/10/2016).
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya keributan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) saat pemilihan calon kepala daerah.

Penguatan pengetahuan untuk penghuni lapas dan rutan harus dilakukan agar tidak ada kekeliruan saat pemilihan. Terlebih, para napi tidak seluruhnya berasal dari Tanah Rencong.

"Karena pemilihan di Aceh ini ada dua. Ada pilihan gubernur dan juga bupati wali kota (di 20 kabupaten kota). Sehingga tidak salah-salah nantinya. Pihak lapas juga harus memberi pengetahuan secara utuh," kata Ferry.

Menurut Ferry, para narapidana yang dibui di Aceh tidak sepenuhnya berasal dari Serambi Makkah. Ada sejumlah narapidana yang berasal dari sejumlah daerah di luar Aceh. "Jadi jangan nanti mereka (napi domisili luar Aceh) milih juga," tambahnya.

Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi menuturkan, KIP di setiap kabupaten/kota jangan hanya mengadakan satu atau dua kali sosialisasi di LP, namun paling tidak hingga empat kali. Sebab, lanjut Ridwan, kericuhan dapat terjadi akibat ketidaktahuan.

Tahapan pilkada di Aceh sudah berlangsung hingga pemeriksaan kesehatan bagi calon pengganti pasangan yang sebelumnya gagal tes kesehatan. Meski begitu, KIP juga diminta gencar memberi pengarahan kepada penghuni lapas. (nn/okezon)


Top