Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA – Korban kejahatan anak di Indonesia akibat bahaya internet semakin meningkat. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak 2011 hingga 2014, jumlah anak-anak terpapar pornografi dan kejahatan online mencapai 1022. Hal ini dikatakan Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementrian Pempberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu.

"Angkanya menembus 1022 anak. Angka ini bisa lebih banyak dan meningkat hingga tahun 2016 ini," jelasnya di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (2/10/2016).

Sekira 28 persen anak-anak yang menjadi korban pornografi online. Sementara pornografi anak online mencapai 21 persen, dan 20 persen kasus prostitusi anak online. Selain itu, 15 persen menjadi objek VCD porno, dan 11 persen anak korban kekerasan seksual.

Tak hanya itu, merujuk hasil survei yang dilakukan Kementrian PPPA dengan Katapedia, paparan pornografi mencapai 63.066 melalui Google, diikuti Instagram, media online dan berbagai situs lainnya.

"Ini belum dampak buku bacaan seperti komik, buku cerita yang ada unsur pornografinya lho ya," sambung Budiarta.

Budiarta menyebut Kementrian PPPA berharap banyak kepada Bareskrim Mabes Polri untuk bertindak tegas terhadap kasus kejahatan anak berbasis online. Penindakan tersebut dimulai dari pengecekan konten, situs-situs, maupun pelaku predator anak-anak. (nn/okezon)




Top