Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA - Jiwa yang labil, psikologis serta psikis yang buram dan ketidakmampuan menghadapi berbagai tekanan, baik tugas, atasan dan hidup menjadi faktor banyaknya polisi melakukan tindakan bunuh diri. Hal ini dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, Neta kepada Okezone, Minggu (9/10/2016).

Diberitakan sebelumnya bahwa Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman ditemukan tewas gantung diri di ruang kerjanya pada Rabu 5 Oktober 2016. Tewasnya Ipda Nyariman tersebut diduga ditenggarai permasalahan utang. Baginya, orang-orang seperti ini tidak diloloskan menjadi seorang polisi. Lantaran, seorang aparat harus memiliki jiwa dan mental yang kuat dan bagus.

"Tapi karena pola rekrut polisi yang msh lemah dan psikotesnya tidak jelas, sehingga orang seperti itu bisa lolos jadi polisi," ujar.

Sepanjang 2016 terdapat sekira delapan aksi bunuh diri yang dilakukan anggota kepolisian. Oleh sebab itu, dia mempertanyakan pola perekrutan dalam mencari anggota kepolisian.

"Untuk itu pola rekrut dan pola pembinaan polisi perlu ditata ulang dan diperbaiki," ucapnya.

Menurut Neta, kasus bunuh diri pada aparat masih akan kembali terjadi apabila tidak ada penyelesain yang dilakukan mulai dari proses pencarian anggota. "Harus dimulai dari hulu, yakni pembenahan rekrutmennya," tutupnya. (nn/okezon)




Top