Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.JAKARTA -
Peristiwa 30 September 1965 menunjukkan bahwa Indonesia masih rawan terhadap pengkhianatan. Bahkan, upaya-upaya untuk menggantikan ideologi Pancasila sampai hari ini masih ada. Hal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Kementerian Dalam Negeri.
"Kita peringati 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila, itu menunjukkan bahwa bangsa ini masih rentan dan masih mudah terpengaruh oleh pengkhiatan," kata Tjahjo, Senin (3/10/2016).

Tjahjo mengakui bahkan hingga kini upaya-upaya untuk merongrong keutuhan bangsa dengan berbagai ideologi dan gerakan radikal terus bermunculan. Itulah tantangan yang harus dijawab melalui pengamalan lima dasar Pancasila dalam kehidupan politik dan sehari-hari.

"Upaya-upaya untuk merongrong Pancasila terus menerus menjadi cobaan. Sekarang pun masih ada orang per orang atau kelompok yang baik terang-terangan maupun tertutup menolak Pancasila," katanya.

Untuk menghalau potensi keretakan bangsa tersebut, Tjahjo mengimbau semua elemen bangsa untuk merawat nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

"Sila-sila dalam Pancasila adalah perekat kita sebagai bangsa yang berbineka. Kalau kita menghayati, melaksanakan dengan baik, saya yakin kita akan mampu terus mengawal, membangun kebersamaan dan kegotong-royongan demi NKRI," tukas Tjahjo. (nn/okezon)


Top