Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA - Kepolisian kembali menangkap seorang pemimpin sebuah padepokan di Depok, Jawa Barat yang terlibat pembunuhan terhadap dua pengikutnya. Anton Hardianto alias Aji (34 tahun), pemimpin Padepokan Satria Aji membunuh dua pengikutnya Ahmad Sanusi dan Shendy Eko Budianto menggunakan racun sianida.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho mengatakan, kejadian berawal saat kedua korban yang juga pengikut Anton datang ke padepokan membawa mobil New Avanza berwarna putih. "Mereka diajak Anton ke Tangerang untuk menggandakan emas," kata  Kompol Teguh dalam keterangan tertulis Polda Metro Jaya, Selasa (4/10).

Namun sebelum berangkat, pelaku membeli kopi di warung dengan menggunakan gelas plastik yang telah dicampur racun sianida. "Caranya disiapin kopi lalu sudah disiapkan potasium sianida, korban disuruh pelaku untuk minum sebelum berangkat. Pelaku mengaku cara itu terinspirasi kasus Jessica," kata dia.

Menurut Kompol Teguh, pelaku mengaku membunuh menggunakan racun sianida karena tersinspirasi kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Jessica Kumala Wongso. Pelaku membohongi korban dengan mengatakan minuman tersebut adalah jamu untuk sehat. Tidak sampai satu menit berselang, kedua korban langsung terkapar.

"Dituangin sianida ke gelas korban itu. Cepat minum katanya. Enggak lama setelah minum korban kolaps muntah, bekas muntahnya ada juga. Mirip kayak di kasus Jessica mulut korban hitam, berbusa," kata Kompol Teguh.

Anton menuturkan, mendapat racun Sianida dari kampung halamannya di Jawa Timur. Racun itu sengaja disimpan untuk meracun ikan. "Itu sisa dari kampung emang ada saya simpan," terangnya.

Dia mencampur racun itu dalam kopi persis seperti kasus yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Untuk mengaburkan petugas, Anton juga menyamarkan bahwa pelakunya bukanlah dia. Dia memakai tokoh fiktif seolah Anton bukanlah aktor utama.

Belakangan diketahui kalau pelakunya adalah Anton sendiri. Kedua korban langsung tewas setelah minum kopi racikan Anton. "Saya bawa ke Limo. Dibuang di sana," ujarnya.
(na/rol)


Top