Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com , Padang  -- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Muhammad Ali Azhar, meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota di provinsi itu untuk menganggarkan biaya pengadaan alat tes urine bagi aparaturnya.

"BNNP tidak memiliki anggaran untuk tes urine Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga pemerintah daerah yang ingin melakukan tes narkoba bagi aparaturnya harus dianggarkan oleh daerah itu sendiri," kata dia di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar beberapa daerah sudah menganggarkan biaya untuk pengadaan alat tes urine tersebut, di antaranya Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).


Dengan adanya alat tersebut setiap daerah bisa mendeteksi sedini mungkin para ASN yang diduga menyalahgunakan narkoba.

BNNP sendiri menyarankan agar alat tes urine tersebut diadakan bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di Sumbar, sehingga secara teknis lebih mengenai sasaran. "Kita menilai hal tersebut sangat efektif apabila diterapkan oleh masing-masing SKPD, sehingga pencegahan dan penanganan narkotika bisa menyeluruh," jelasnya.

Sebagai contoh sebut dia, alat tes urine tersebut bisa digunakan oleh Dinas Pendidikan dan diterapkan kepada seluruh anak didik sewaktu penerimaan siswa baru.

"Sehingga anak didik di Sumbar bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika, karena salah satu sasaran narkotika ialah para pelajar," ujarnya.

Ia mengatakan untuk data kematian akibat penyalahgunaan narkotika sendiri pihaknya belum melakukan perekapan. Namun pada 2015 angka untuk kelompok coba pakai di Sumbar mencapai 27.587 orang.

Dari angka tersebut sasaran utama penyalahgunaan narkotika ditujukan kepada para generasi muda terutama anak didik.




Top