Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


SuryaNews911.PURWOREJO -- Kementerian Pertanian (Kementan) semakin awas terhadap kegiatan manipulasi pangan. Kementan  juga akan memperketat pengawasan terhadap alur distribusi komoditas strategis.  Hal ini dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menanggapi terbongkarnya jaringan pengoplos beras premium di Pasar Induk Cipinang.
"Semua komoditas strategis harus kita awasi, di antaranya beras, kedelai, jagung, gula, daging, cabai, dan bawang," ujarnya saat ditemui di Pasar Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jumat (7/10).

Amran mengatakan, pengawasan akan dilakukan secara lintas sektoral.  Saat ini Kementan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK), dan Bareskrim Polri untuk menjalankan pengawasan aktivitas pasar. Amran mengatakan, pengetatan pengawasan ini sangat penting dilakukan, lantaran potensi pengoplosan juga rentan terjadi pada komoditas strategis lain.

Ia menjelaskan, jika bahan pangan sudah dioplos dengan produk subsidi, lalu dijual ke pasar sebagai produk premium, yang dirugikan adalah masyarakat dan petani kecil. Hal ini jelas tidak adil. Pasalnya yang diuntungkan hanya segelintir pengusaha melalui tindakan liciknya.

Terkait kasus beras oplosan di Cipinang sendiri, Amran mengaku sudah mendapatkan laporan sejak tadi malam (6/10). Terkuaknya kasus tersebut tidak membuat Amran heran. Pasalnya ia sudah mencurigai adanya transaksi-transaksi curang di pasaran.

Ia ingin kasus beras oplosan di Cipinang dibongkar seperti pada kasus pupuk oplosan. Di mana dari kasus tersebut sudah ditemukan 40 pelaku yang akhirnya dapat dijebloskan ke penjara.(nn/rol)


Top