Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.PASAMAN - Tiga perempuan yang diduga korban trafficking mengaku diimingi punya pendapatan Rp20 juta sampai Rp30 juta perbulan di Kafe Rimbo Aro Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumbar untuk melayani tamu karoke.

"Kami bertiga dijanjikan bakal dapat duit Rp20 juta sampai Rp30 juta sebulan dari uang sawer kalau melayani tamu. Kemudian gaji Rp800 ribu setiap bulan‎" kata salah seorang korban AJ (18) Rabu, 31 Agustus 2016 malam.

Menurut AJ, mereka sudah 4 malam melayani tamu di Kafe Rimbo Aro sejak Jumat malam hingga diamankan polisi Selasa 30 Agustus 2016 sekitar pukul 22.00 WIB. Memang banyak tamu setiap malamnya di kafe tersebut, hingga pukul 02.00 WIB dini hari. Kalau malam minggu sampai pukul 03.00 WIB dini hari.

"Selama bekerja di kafe t‎ersebut kami hanya dikasih makan satu kali sehari, kalau mau lebih harus masak sendiri," ujar AJ didampingi Direktur LSM Limbubu, Nurhayati Kahar. Selain itu, kata AJ, mereka sering kena marah sama BT (50) pemilik dan pengelola Kafe Rimbo Aro. Pokoknya, setiap hari pasti sering kena marah. "Kita nggak boleh cuek sama tamu, dan nggak boleh main hp saat melayani tamu. Kita diomelin, kalau ketahuan main hp," jelasnya.

Sementara itu, Direktur LSM Limbubu, Nurhayati Kahar  meminta kepada polisi untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas dan menangkap pelakunya.

"Ia juga akan berkoordinasi dengan Polda‎. Sebab ini adalah kasus besar, apalagi mempekerjakan anak di bawah umur dengan iming-iming uang puluhan juta," kata Nurhayati sambil menujukan berkas BAP tiga korban tersebut.
(bt/KlikP)


Top