Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

Suryanews911.com,  Fans klub asal Skotlandia, Celtic, yang mengibarkan bendera Palestina,aat mereka menjamu tim asal Israel, Hapoel Be'er Sheva, Kamis 18 Agustus lalu. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk intimidasi kepada klub lawan.

UEFA selaku Federasi Sepakbola Eropa. Celtic dikenakan denda sebesar €10.000 atau setara dengan Rp145 juta atas aksi Fans Celtic mengibarkan bendera Palestina tersebut.

Bendera Palestina yang dikibarkan fans Celtic saat menjamu Be'er Sheva memang sarat politik, karena meski fans Celtic bermaksud mengintimidasi klub asal Israel itu, namun tindakan fans tersebut dinilai menyalahi aturan.

Pasalnya saat ini Israel dan Palestina terlibat konflik berkepanjangan, terutamanya setelah Israel menduduki beberapa wilayah yang ada di Palestina. 


Sejak saat itu, UEFA melakukan penyelidikan terkait aksi ini. Sebab, UEFA sudah jelas melarang aksi apa pun unsur politik dalam sepakbola, yang tertulis di pasal 16 ayat 2.

Meski pun aksi ini diklaim fans Celtic sebagai cara mengampanyekan aksi sosial mereka terhadap Palestina lewat gerakan #MatchTheFineForPalestine, namun UEFA tetap melihat aksi ini sebagai aksi yang memasukkan unsur politik ke ranah sepakbola.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Skotlandia telah memperingatkan fans Celtic agar tidak melambaikan bendera Palestina. Polisi Skotlandia mengatakan, akan menahan siapa pun yang nekat melambaikan bendera. 

Ini kali kedua fans Celtic mengibarkan bendera Palestina di Celtic Park Stadium. Pada Juli 2014 lalu ketika melawan klub Islandia, KR Reykjavik fans juga melambaikan bendera Palestina saat Celtic memainkan pertandingan kualifikasi Liga Champions. Celtic pun harus rela didenda £16.000 (Rp274 juta). 

Dalam lima tahun terakhir, Celtic telah dihukum oleh UEFA sebanyak delapan kali. Mereka dihukum karena menyalakan suar, membentangkan spanduk terlarang, dan perilaku fans dan timnya tidak dapat diterima.

(viva)


Top