Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA – Budi Gunawan diharapkan mampu menjalankan tugas dan mandat presiden, khususnya reformasi badan intelijen dan reposisi peran intelijen di tengah tantangan kontemporer seperti proxy war, terorisme, penyelundupan barang, perdagangan manusia hingga jaringan narkotika. Hal ini dikatakan Peneliti SARA Syndicate, Fahri Huseinsyah, Jumat (09/9/2016).

"Potensi ancaman itu tidak hanya datang dari jauh kadang pula datang dari yang terdekat dengan kita, di sini peran BIN dalam konteks deteksi dini. Kita juga menghadapi konflik di Laut China Selatan dan ini akan berpengaruh untuk Indonesia," jelas Fahri dalam acara diskusi yang bertajuk 'Pergantian Kepala BIN: Reformasi Intelijen dan Konstelasi Sipil-Militer' di Kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan.

Fahri membeberkan sejumlah cacatan penting yang harus dilakukan oleh BG sebagai Kepala BIN baru untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan instasi BIN selama ini.

"Modernisasi BIN, jangan hanya berkutat dalam keamanan saja melainkan harus menyentuh kepada wilayah lainnya seperti ekonomi, BIN harus hadir di tengah-tengah masyarakat agar aman dari ancaman terorisme dan paham radikal," pungkasnya.

Seperti diketahui, jenderal Budi Gunawan (BG) resmi dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso. (nn/okezon)


Top